Telefon berdering di rumah mewah itu, waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB. Seorang perempuan yang kira-kira berusia 30an tahun tergopoh-gopoh menuju meja telefon.
“Halo”, ucapnya sesaat setelah gagang telefon telah menempel ditelinganya.

“Nyonya ada Lis?” terdengar di seberang sana berbicara.
“Ada tuan, sebentar saya panggilkan” Jawab perempuan yang bernama Lilis itu. Kemudian berlari memanggil majikannya.
Tak sampai satu menit, wanita cantik majikan Lilis yang bernama Ely tersebut berbicara di telefon.
“Ya pa, ada apa?” Sapanya lembut, karena tahu yang telfon suaminya.
“Begini ma, papa hari ini ada tugas mendadak di luar kota. Malam ini papa gak bisa pulang. Tadi rencananya aku mau pulang dulu, tetapi ternyata masih banyak yang harus aku kerjakan di kantor. Dan terpaksa aku langsung ke luar kota malam ini. Besok pagi-pagi sudah harus bertemu klien.” Kata si Suami tanpa jeda.
“Iya pa, mama ngerti kok. Papa pasti sibuk banget.” Hati-hati ya pa!”
“Udah dulu ya ma,”
“Oke pa” Wanita itu mengakhiri percakapannya.
********


Lelaki itu tersenyum sambil menutup telfonnya. Dia kemudian menuju ruangan sebelah. Dia menuju ruang sekretarisnya. Sejenak kemudian terdengar percakapan di ruangan itu.
“Malam ini milik kita sayang” kata Laki-laki itu
“Maksudnya?” Sekretarisnya menengadahkan wajahnya.
“Aku baru saja telfon istriku, aku bilang malam ini aku tak bisa pulang. Ada tugas luar kota mendadak. Begitu alasanku.” Laki-laki itu kembali menjelaskan.
“Dan malam ini kita bisa berdua, aman.” Tambahnya meyakinkan.
Lima belas menit kemudian mereka berdua meninggalkan kantor menggunakan BMW mewah seri terbaru. Mereka menuju sebuah kamar hotel kawasan elite di Jakarta. Mereka seakan tak peduli lagi bahwa yang mereka lakukan adalah perbuatan yang hina.
*******
Di rumahnya Ely terlihat gusar. Sebentar-sebentar menengok ke halaman. Setelah agak lama dia mengambil HandPhone, lalu terlihat dia menelfon.
“Rangga, kamu kemana sih? Jam segini belum pulang.” Dia mulai berbicara.
“Ma, malam ini Rangga gak pulang. Mesti ngerjain PR di rumah teman. Biasa ma tugas kelompok.“
Tanpa banyak tanya Ely menutup telfonnya. Kemudian dia menelfon putrinya.
“Aduh ma, aku lupa bilang malam ini Reni mesti nginep rumah teman juga. Harus berlatih untuk pertunjukan minggu depan.
Sejenak Ely termenung, tetapi kemudian bibirnya tersenyum. Dia segera menuju kamarnya, mengambil handuk dan mandi. Yah, dia juga punya rencana sendiri.
*******
Di sebuah kamar hotel, lelaki itu begitu asyik bercengkrama dengan seorang wanita yang bukan istrinya tetapi dengan sekretarisnya. Lelaki itu suami Ely. Lelaki yang tadi sore menelfon istrinya dan berkata malam ini harus keluar kota untuk urusan kantor.
Sementara itu di rumahnya Ely baru saja selesai mandi dan mempercantik wajahnya. Sebentar kemudian, satpam penjaga rumahnya masuk ke kamarnya tanpa permisi, tanpa mengetuk pintu layaknya satpam menghadap majikannya. Rupanya memang telah menjadi hal yang biasa lelaki berbadan kekar itu keluar masuk kamar majikan perempuannya. Bukan untuk melaksanakan perintah layaknya satpam-satpam yang lain. Lebih dari itu, satpam ini melaksanakan tugas yang seharusnya tak pantas dia lakukan. Dia melakukan perintah melayani nafsu birahi majikannya. Perbuatan mereka ternyata tak kalah hina dengan perbuatan yang dilakukan suami dengan sekretarisnya.
*******
Di antara remang-remang lampu diskotik dan hentakan musik keras, terlihat Reni digandeng lelaki seumurannya. Bibirnya beraroma alkohol. Bicaranya tak lagi terkontrol layaknya orang gila. Entah ini malam yang keberapa. Yang jelas lebih dari hitungan puluhan dia terbiasa dugem, bahkan pesta sex. Sungguh mengerikan.
Keadaan Rangga pun tak jauh beda. Di kamar kost teman perempuannya dia melampiaskan nafsu bejatnya. Memang bukan potret generasi bangsa yang baik. Kehidupan sex baginya seakan bukan hal terlarang lagi. Entah seperti apa jalan pikirannya.
*******
Suatu ketika, entah yang keberapa kalinya kebohongan semua anggota keluarga itu terjadi. Suami yang seperti biasa menggunakan alasan ke luar kota jika ingin meniduri sekretarisnya itu membuat alasan itu lagi. Dan kali ini Ely istrinya, ingin berdua dengan satpamnya menginap di hotel karena yakin suaminya tak pulang malam itu. Rangga, Reni masing-masing sepertinya sudah mempersiapkan acaranya malam itu.
Sungguh suatu hal yang mustahil, tetapi benar-benar terjadi. Di loby sebuah hotel, suami dan sekretarisnya bergandengan tangan. Tak lama setelah itu datanglah Ely dengan satpamnya. Mereka bertemu, tetapi tak ada tutur sapa. Hanya sedikit terkejut. Bahkan seperti orang yang tidak saling mengenal satu sama lain. Reni, Rangga hampir bersamaan datangnya. Mereka juga membawa teman kencannya. Aneh, mereka sepertinya juga acuh dengan orang tuanya. Satu keluarga bertemu di situ, tetapi tak ada satu kata pun yang terucap di bibir mereka. Satu per satu mereka meninggalkan lobi menuju kamar maksiatnya masing-masing.
*******
Sebuah peristiwa menggemparkan keluarga itu. Terjadi pencurian di rumah mewah itu. Satpam tak bisa mencegahnya, sial nasibnya. Nyawa satpam tak bisa diselamatkan. Dia terkena timah panas tepat di jantungnya. Pencuri itu membawa senjata api. Sejumlah perhiasan dan uang raib dibawa kawanan penjahat tersebut.
Ely terus menangis sedih. Bukan lantaran uang dan perhiasannya digondol maling. Tetapi menangisi satpam. Tak ada lagi teman malamnya, mungkin begitu pikirnya. Suaminya mencoba berbicara padanya.
”Ma, tenang aja papa akan cari satpam lagi. Dan papa akan cari yang lebih perkasa dari satpam kita yang telah meninggal itu.”
Wajah Ely seketika sumringah. Terbayang betapa gagahnya satpam barunya saat di ranjang bersamanya.
*******
Akhir tahun, liburan bersama seakan telah menjadi tradisi. Ely, suaminya, Rangga juga Reni semua sudah siap berangkat liburan. Tunggu dulu, masih ada sekretris cantik, satpam barunya yang gagah, pacar Rangga juga pacar Reni. Semua sudah siap berlibur ke Puncak selama sekitar seminggu. Hanya Lilis, pembantu cantik itu yang ditinggal di rumah.
*******
Keesokan harinya, headline hampir semua media cetak maupun elektronik sama. Tabrakan maut yang menyebabkan tewasnya sebuah keluarga. “Dan beberapa penumpang lainnya di dalam mobil itu tak ada yang terselamatkan nyawanya.” Begitu kira-kira bunyi paragraf pertama berita tersebut. Ely dan seluruh keluarganya tewas dalam tabrakan beruntun itu. Pasangan selingkuh semua anggota keluarganya juga tak ada yang tersisa.
Sementara itu, di rumahnya Lilis nekat menenggak racun tikus. Bukan karena majikannya tewas dan dia sedih. Bahkan beritanya pun dia belum melihat. Dia frustasi karena calon suaminya tega selingkuh di depan matanya. Ya, satpam baru majikannya adalah calon suaminya sekaligus selingkuhan majikan perempuannya.
*******

CATATAN : Cerita Fiksi, NAMA PELAKU DAN TEMPAT fiktif belaka
GAMBAR ILUSTRASI : Mbah GOOGLE....

0 Comments:

Posting Komentar

Maaf semua komentar kami moderasi. Budayakan komentar yang santun demi kenyamanan semua pembaca yang berkunjung ke blog ini. Salam Blogger ;-)