Orang yang mengaku Noordin M Top menulis pengakuan di blog. Dia mengaku, kelompoknya meledakkan Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton karena sering dipakai sebagai tempat berkumpulnya intelijen ekonomi Amerika Serikat dan tempat menginap pemain Manchester United.
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono meyakini, blog tersebut bukan dibuat oleh Noordin. "Gaya bahasa dalam blog berbeda dengan gaya Noordin. Saya bisa katakan, itu bukan buatan dia," kata Hendro, Rabu (29/7).
Menurut dia, kelompok teroris baru mengeluarkan pernyataan terbuka ketika berada di atas angin. "Sementara itu, Noordin sekarang kan dalam posisi terjepit karena terus diburu aparat keamanan di berbagai tempat. Noordin, yang saat ini tengah berada di tempat persembunyian, kecil kemungkinan mengambil risiko membuat pernyataan di internet," katanya.
Belum diketahui tulisan di blog bertanggal 26 Juli 2009 tersebut dibuat Noordin dan kelompoknya atau perbuatan orang iseng. Mabes Polri akan melakukan penelusuran untuk menguji validitasnya.
"Yang pasti, Polri akan terus melakukan penyidikan terhadap kasus pengeboman itu dengan mendasarkan pada pembuktian ilmiah atau scientifict criminal investigation," ujar Wakadiv Humas Brigjen Sulistyo Ishak.
Adapun pengamat telematika, Roy Suryo, mengatakan, blog tersebut dimuat dalam website arrahmah.com yang pernah merilis foto-foto tiga terpidana mati kasus Bom Bali I (Imam Samudera, Ali Ghufron, dan Amrozi) setelah menjalani eksekusi. Oleh karena itu, pengelola situs itu diduga punya hubungan dekat dengan kelompok Jemaah Islamiyah (JI).
"Menurut saya, blog berisi pernyataan itu jadi menarik perhatian karena dimuat di website arrahmah.com. Oleh karena itu, perlu diteliti lebih dalam lagi karena secara teknologi, bisa dilacak," katanya.
Saat pengeboman, di JW Lounge (Restoran Syailendra), JW Marriott, berlangsung breakfast meeting sejumlah eksekutif bisnis perusahaan minyak dan gas, di antaranya Presiden Direktur PT Holcim Indonensia Tbk Timothy Mackay, Patrick Foo (Ael Indonesia), Edward Thiessen (Alstom Power), Pedro Sole (Alstom Power), David Potter (PT Freeport Indonesia), dan Andy Cobham (Hill&Associates).
Selain itu, hadir pula Kevin Moore (Husky Energy), Mariko Yoshihara (JAC Indonesia), Noke Kiroyan (Kiroyan Partners), Roy Widosuwito (Perfetti Van Melle Indonesia), Nathan Verity (Verity HR), James Castle (Castle Asia), dan Max Boon (Castle Asia).
International Crisis Group (ICG) dalam analisis terbarunya menyatakan, pengebom memang menyasar kelompok eksekutif bisnis berkewarganegaraan asing yang melakukan pertemuan di tempat tersebut. Manakala muncul korban dari kelompok tersebut, efek internasionalnya jauh lebih besar daripada orang asing biasa, seperti pada bom Bali I dan Bali II. "Bisa jadi benar, tapi belum bisa dipastikan kebenarannya. Sebelumnya pernah ada juga situs serupa, yaitu anshar.net," ujar Direktur ICG Sidney Jones.
Sumber: Kompas.com

0 Comments:

Posting Komentar

Maaf semua komentar kami moderasi. Budayakan komentar yang santun demi kenyamanan semua pembaca yang berkunjung ke blog ini. Salam Blogger ;-)